Berlin Alternatif yang Suram dan Penuh Intrik
Shadowrun: Dragonfall membawa Akang ke Berlin versi alternatif di dunia Shadowrun, tempat korporasi raksasa, sindikat kriminal, dan makhluk magis hidup berdampingan dalam kekacauan terorganisir. Setting ini memadukan cyberpunk dengan fantasi urban—elf, ork, dan naga eksis berdampingan dengan hacker dan tentara bayaran. Atmosfernya kental dengan nuansa noir: kota kelam, lorong sempit, dan konspirasi yang berlapis. Cerita dimulai dari misi sederhana yang berubah menjadi misteri besar terkait ancaman kuno. Narasinya fokus dan intens, dengan dialog tajam serta pilihan yang memengaruhi hubungan dan jalur misi. Berlin terasa seperti karakter hidup, penuh fraksi independen yang menolak dominasi korporasi global. Skala cerita mungkin tidak sebesar RPG epik fantasi, tetapi kedalaman temanya membuat pengalaman terasa padat dan bermakna.
Pertarungan Turn-Based yang Presisi
Sistem tempur berbasis turn-based dengan mekanik cover dan action point menghadirkan nuansa taktis yang solid. Setiap anggota RAJA99 tim memiliki peran jelas—Street Samurai untuk garis depan, Decker untuk dunia maya, Mage dan Shaman untuk sihir. Kombinasi teknologi dan sihir menciptakan variasi strategi unik. Decker bahkan bisa masuk ke cyberspace, mengubah arena tempur menjadi ruang digital dengan mekanik berbeda. Posisi, penggunaan cover, dan manajemen cooldown menjadi kunci kemenangan. Pertempuran terasa menantang tanpa berlebihan, dengan pacing yang pas untuk perencanaan taktis. Sistemnya mungkin lebih sederhana dibanding CRPG besar, tetapi justru itulah kekuatannya: fokus, efisien, dan minim distraksi.
Karakter dan Dinamika Tim yang Kuat
Dragonfall dikenal karena companion yang ditulis dengan sangat baik. Setiap anggota tim memiliki latar belakang kelam dan motivasi personal yang berkembang sepanjang cerita. Interaksi di markas memberi ruang dialog mendalam, membuka konflik internal serta keputusan emosional. Loyalitas bukan sekadar angka; pilihan Akang bisa memperkuat atau meretakkan hubungan. Dinamika ini memberi bobot emosional pada misi, terutama saat konflik memuncak. Tidak ada karakter yang terasa tempelan—semuanya punya kontribusi naratif yang signifikan.
Pilihan Moral dalam Dunia Abu-Abu
Shadowrun: Dragonfall tidak menawarkan sistem moralitas sederhana. Banyak keputusan berada di area abu-abu, terutama terkait kepercayaan terhadap klien, perlakuan terhadap AI, atau dampak tindakan terhadap komunitas Berlin. Keputusan bisa memengaruhi ending dan nasib karakter tertentu. Pendekatan role-play sangat fleksibel, memungkinkan Akang menjadi runner pragmatis, idealis, atau oportunis. Dunia bereaksi secara realistis terhadap tindakan, menciptakan rasa konsekuensi yang konsisten.
Presentasi Isometrik dengan Identitas Cyberpunk
Secara visual, game ini menggunakan perspektif isometrik klasik dengan desain lingkungan detail dan atmosfer neon suram khas cyberpunk. Soundtrack elektronik minimalis memperkuat ketegangan dan suasana kota malam. Walau tidak seambisius CRPG raksasa modern, Dragonfall berhasil menciptakan pengalaman naratif yang fokus dan kuat. Ia menjadi salah satu adaptasi terbaik semesta Shadowrun dalam format digital, memadukan cerita intens dan sistem taktis solid dalam paket yang ringkas namun berkesan.